Jumat, 18 Januari 2013

I. PENDAHULUAN


Agroindustri semakin berkembang dari waktu ke waktu untuk menghadapi tuntutan kemajuan. Untuk mendukung hal tersebut perlu dilakukan proses pengembangan yang tidak hanya melibatkan petani tetapi juga oleh pelaku usaha, masyarakat dan pemerintah. Pelaku usaha dapat berperan sangat besar dalam memajukan agrobisnis. Salah satu dari upaya tersebut adalah pengembangan agrobisnis dan agroindustri secara berkesinambungan. Keduanya akan memberikan manfaat yang sebesar – besarnya apabila didukung secara konsisten dan komitmen yang tinggi.


II. BIDANG KEHUTANAN
 

PT. CITRA AGRO INDONESIA (Agrindo) menyadari bahwa penting sekali menjaga kesinambungan dengan alam dan melihat perlunya pemberdayaan sektor agroindustri. Hal inilah yang mendasari Agrindo bergerak dibidang agribisnis khususnya tanaman kayu – kayuan dan Multi Purpose Trees Species (MPTS) yang didalamnya termasuk tanaman buah – buahan. Peluang investasi dalam bidang agribisnis perlu ditindak lanjuti dan dikembangkan. Dengan demikian upaya Agrindo tidak hanya berorientasi pada upaya komersiil tetapi juga pemberdayaan masyarakat.

Kita ketahui bersama bahwa tingkat kerusakan hutan Indonesia sudah sedemikian parahnya sehingga mengakibatkan hampir seluruh wilayah indonesia rawan bencana alam (Bencana banjir dan tanah longsor yang diakibatkan kerusakan hutan). Sebagian besar diantara kita hanya dapat menyesalkan kejadian tersebut. Sebenarnya kita dapat melakukan upaya untuk membantu mengurangi kerusakan hutan dengan cara sederhana yaitu menanam pohon dilingkungan kita.



PENGEMBANGAN BIBIT TANAMAN DENGAN METODE KULTUR JARINGAN , STEK PUCUK dan OKULASI

Seiring dengan perkembangan jaman kita dituntut untuk berperan aktif  ikut serta mengembangkan sektor agroforestry. PT. CITRA AGRO INDONESIA (Agrindo) sebagai produsen bibit menyadari pentingnya kualitas dan percepatan akan pertumbuhan tanaman, oleh karena itulah Laboratorium Kultur Jaringan dikembangkan di PT. CITRA AGRO INDONESIA (Agrindo).

Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan menggunakan media buatan. Metode ini dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman dan untuk mempertahankan mutu dari pohon induknya. Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan, antara lain :

  • Mempunyai sifat yang identik dengan induknya,
  • Kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin,
  • Mampu menghasilkan bibit dengan jumlah yang besar dalam waktu yang singkat,
  • Pertumbuhan bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional.

Laboratorium kultur jaringan yang dikembangkan oleh PT. CITRA AGRO INDONESIA (Agrindo) tlah dilengkapi dengan peralatan yang canggih dan lahan pembibitan yang memadai. Fasilitas ini utamanya digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi bibit jati. Jenis tanaman ini merupakan tanaman keras yang mempunyai usia yang relatif panjang sehingga pemanenan kayu baru dapat dilakukan setelah bebarapa tahun. Adanya metode Kultur Jaringan diharapkan dapat menjadi solusi dalam memenuhi permintaan tanaman jati yang semakin meningkat.

  Dengan adanya Kebun Pangkas Jati yang dikembangkan oleh PT. CITRA AGRO INDONESIA (Agrindo), maka kami juga menggunakan metode Stek Pucuk dan Okulasi untuk mempercepat perbanyakan dan mempertahankan sifat dari induknya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar