I. PENDAHULUAN
II. BIDANG KEHUTANAN
Agroindustri semakin berkembang dari waktu ke waktu
untuk menghadapi tuntutan kemajuan. Untuk mendukung hal tersebut perlu
dilakukan proses pengembangan yang tidak hanya melibatkan petani tetapi juga
oleh pelaku usaha, masyarakat dan pemerintah. Pelaku usaha dapat berperan
sangat besar dalam memajukan agrobisnis. Salah satu dari upaya tersebut adalah
pengembangan agrobisnis dan agroindustri secara berkesinambungan. Keduanya akan
memberikan manfaat yang sebesar – besarnya apabila didukung secara konsisten
dan komitmen yang tinggi.
II. BIDANG KEHUTANAN
PT. CITRA AGRO INDONESIA
(Agrindo) menyadari bahwa penting sekali menjaga
kesinambungan dengan alam dan melihat perlunya pemberdayaan sektor
agroindustri. Hal inilah yang mendasari Agrindo
bergerak dibidang agribisnis khususnya tanaman kayu – kayuan dan Multi Purpose Trees Species (MPTS) yang
didalamnya termasuk tanaman buah – buahan. Peluang investasi dalam bidang
agribisnis perlu ditindak lanjuti dan dikembangkan. Dengan demikian upaya
Agrindo tidak hanya berorientasi pada upaya komersiil tetapi juga pemberdayaan
masyarakat.
Kita
ketahui bersama bahwa tingkat kerusakan hutan Indonesia sudah sedemikian
parahnya sehingga mengakibatkan hampir seluruh wilayah indonesia rawan bencana
alam (Bencana banjir dan tanah longsor yang diakibatkan kerusakan hutan).
Sebagian besar diantara kita hanya dapat menyesalkan kejadian tersebut.
Sebenarnya kita dapat melakukan upaya untuk membantu mengurangi kerusakan hutan
dengan cara sederhana yaitu menanam pohon dilingkungan kita.
PENGEMBANGAN BIBIT TANAMAN DENGAN METODE
KULTUR JARINGAN , STEK PUCUK dan OKULASI
Seiring dengan perkembangan jaman kita dituntut
untuk berperan aktif ikut serta
mengembangkan sektor agroforestry. PT. CITRA AGRO
INDONESIA (Agrindo) sebagai produsen bibit menyadari pentingnya
kualitas dan percepatan akan pertumbuhan tanaman, oleh karena itulah
Laboratorium Kultur Jaringan dikembangkan di PT.
CITRA AGRO INDONESIA (Agrindo).
Kultur jaringan merupakan salah satu cara
perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan menggunakan media buatan. Metode
ini dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman dan untuk mempertahankan
mutu dari pohon induknya. Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai
beberapa keunggulan, antara lain :
- Mempunyai sifat yang identik dengan induknya,
- Kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin,
- Mampu menghasilkan bibit dengan jumlah yang besar dalam waktu yang singkat,
- Pertumbuhan bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional.
Laboratorium kultur jaringan yang dikembangkan
oleh PT. CITRA AGRO INDONESIA (Agrindo) tlah
dilengkapi dengan peralatan yang canggih dan lahan pembibitan yang memadai.
Fasilitas ini utamanya digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi bibit
jati. Jenis tanaman ini merupakan tanaman keras yang mempunyai usia yang relatif
panjang sehingga pemanenan kayu baru dapat dilakukan setelah bebarapa tahun.
Adanya metode Kultur Jaringan diharapkan dapat menjadi solusi dalam memenuhi
permintaan tanaman jati yang semakin meningkat.
Dengan adanya Kebun Pangkas Jati yang dikembangkan
oleh PT. CITRA AGRO INDONESIA (Agrindo), maka kami juga menggunakan metode Stek Pucuk
dan Okulasi untuk mempercepat perbanyakan dan mempertahankan sifat dari
induknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar